BANYUWANGI – Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025 bukan sekedar ajang balap sepeda internasional, tapi juga cermin reputasi Banyuwangi di mata dunia. Demi menjaga nama baik daerah dan memastikan pelaksanaan berjalan tanpa cela, Polresta Banyuwangi menggelar Rapat Koordinasi Pengamanan di Rupatama Polresta, Rabu (23/7/2025).
Ajang balap yang dijadwalkan berlangsung pada 28–31 Juli 2025 ini akan diikuti oleh 100 pembalap dari 24 negara. Mereka tergabung dalam enam tim nasional dan 14 tim internasional, dan akan menempuh total jarak 594,3 kilometer yang terbagi dalam empat etape menantang. Dengan skala lintasan yang luas serta kompleksitas logistik, keamanan menjadi isu utama yang tak bisa ditawar.
Kabag Ops Polresta Banyuwangi, Kompol Idham Khalid, S.H., M.H., menyatakan pihaknya siap mengerahkan kekuatan penuh demi menjamin kelancaran setiap tahapan TdBI 2025.
“Bukan hanya keselamatan pembalap dan ofisial, tapi juga arus lalu lintas, pengamanan jalur, dan kenyamanan warga lokal menjadi prioritas kami. Polresta Banyuwangi akan bekerja secara terpadu dan presisi, dari tingkat polsek hingga polresta,” tegas Kompol Idham.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Polresta bersama unsur TNI, panitia penyelenggara, serta instansi terkait membahas skema pengamanan secara rinci. Mulai dari pemetaan kerawanan setiap etape, penempatan personel di titik-titik rawan seperti tanjakan dan turunan tajam, rekayasa lalu lintas, pengawalan iring-iringan, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan dan kondisi darurat.
Polresta Banyuwangi juga memastikan sinergi lintas sektor berjalan optimal, mengingat kesuksesan TdBI bukan hanya soal olahraga, tapi juga kehormatan tuan rumah.
“Event ini adalah wajah Banyuwangi di mata dunia. Maka, keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama,” tambah Kompol Idham.
Dengan persiapan matang, aparat berharap TdBI 2025 bukan sekedar berlangsung aman dan tertib, tetapi juga menjadi etalase profesionalisme Banyuwangi sebagai tuan rumah ajang global. (TM//NB).










