BONDOWOSO – Di tengah antrean panjang dan suasana gerah akibat kelangkaan BBM, kehadiran para Polwan dari Polres Bondowoso menjadi kejutan manis bagi warga. Tak sekedar mengatur lalu lintas, para srikandi Bhayangkara ini turun langsung membagikan minuman segar dan senyum hangat, mencairkan ketegangan yang sempat terasa di sejumlah SPBU, Kamis (31/7).
Pemandangan yang biasanya tegang dan penuh keluhan berubah drastis. Warga yang kepanasan dan lelah mengantri justru larut dalam suasana cair. Beberapa bahkan minta berfoto bareng dengan para Polwan yang hadir membagikan teh dingin. Di SPBU Nangkaan dan Maesan, antrean tak lagi terasa mencekam yang ada justru canda tawa dan rasa terhibur.
“Alhamdulillah, ada Bu Polwan yang perhatian, kasih minum, nyapa satu-satu. Padahal saya sudah hampir sejam antri,” ungkap Juhri, salah seorang warga.
Hal serupa dirasakan Rudi, seorang mahasiswa, yang awalnya mengeluh karena harus antre lebih dari 45 menit.
“Kalau begini, Polri benar-benar terasa hadir buat masyarakat. Bukan cuma slogan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari operasi humanis Satlantas Polres Bondowoso di tengah lonjakan permintaan BBM, yang dipicu oleh penutupan jalur Gumitir Banyuwangi. Akibatnya, jalur Bondowoso menjadi rute alternatif utama dari Surabaya menuju ujung timur Jawa.
Kasatlantas Polres Bondowoso, AKP Achmad Rochan, menjelaskan bahwa kehadiran anggotanya di SPBU bukan sekadar untuk menjaga lalu lintas tetap lancar, tetapi juga menunjukkan bahwa Polri hadir dengan wajah yang lebih manusiawi, khususnya di tengah cuaca ekstrem dan antrean panjang.
“Selain membagikan minuman, kami juga memberi imbauan agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Stok BBM aman dan pengiriman terus berjalan,” tegasnya.
Aksi simpatik Polwan Bondowoso ini membuktikan bahwa empati bisa menjadi solusi di tengah situasi sulit. Ketika masyarakat merasa didengar dan dihargai, ketegangan pun berubah menjadi kebersamaan yang menguatkan. (Red//NB)








