Skip to content
28/07/2026
  • Disclaimer
  • EnterNews
  • Home
  • Kemitraan
  • Kode Perilaku
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Terms & Conditions
  • Visi dan Misi
cropped-cropped-cropped-cropped-IMG-20250720-WA0006-1.jpg

Info Terkini Seputar Banyuwangi dan Sekitarnya

Primary Menu
  • Disclaimer
  • EnterNews
  • Home
  • Kemitraan
  • Kode Perilaku
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Terms & Conditions
  • Visi dan Misi
Live
  • Banyuwangi
  • Lapas

Kembangkan Program Pembinaan Baru, Warga Binaan Lapas Banyuwangi Produksi 20 Kg Tempe Perhari

Redaksi 16/10/2025 2 minutes read

Bagikan ini:

  • Tweet
  • Lagi
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Postingan
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
IMG-20251016-WA0081
Post Views: 9,130

BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam mendidik dan memberdayakan warga binaan. Berbagai program pembinaan terus dikembangkan, dan yang terbaru adalah pembinaan keterampilan pembuatan tempe. Program inovatif ini tidak berjalan sendiri, namun Lapas Banyuwangi menggandeng praktisi dan pengusaha tempe yang sudah berpengalaman di Banyuwangi untuk memberikan pelatihan secara langsung.

 

Kepala Lapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa, menyebut kolaborasi ini bertujuan agar para warga binaan dapat memahami proses produksi tempe secara komprehensif, dari pemilihan bahan baku hingga teknik fermentasi yang tepat.

“Kami menggandeng praktisi yang berpengalaman agar warga binaan mampu memahami dengan baik setiap tahapan pembuatannya dan menghasilkan produk dengan kualitas yang baik,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).

 

Wayan mengungkapkan bahwa pada tahap awal program ini, para warga binaan telah mampu memproduksi rata-rata 20 kilogram tempe setiap harinya. Capaian ini menjadi bukti nyata semangat dan potensi produktif yang dimiliki oleh para warga binaan. Saat ini, tempe yang dihasilkan masih dimanfaatkan untuk kebutuhan internal sebagai bahan baku utama program pembinaan produksi gorengan yang juga menjadi salah satu program pembinaan di Lapas Banyuwangi.

 

“Seluruh hasil produksi tempe sementara ini digunakan sebagai bahan baku utama untuk program pembinaan produksi gorengan. Dengan demikian, mulai dari bahan baku tempe hingga menjadi makanan siap saji (gorengan), seluruhnya merupakan produksi lokal Lapas Banyuwangi yang dikerjakan oleh para warga binaan,” ungkap Wayan.

 

Menurutnya, kehadiran program pembinaan pembuatan tempe ini semakin memperkaya ragam kegiatan pembinaan di Lapas Banyuwangi, menambah deretan program pembinaan yang telah ada sebelumnya, seperti membatik, konveksi, hingga berbagai kerajinan tangan. Wayan menegaskan bahwa pembinaan pembuatan tempe akan dikembangkan secara bertahap dengan menargetkan skala produksi yang lebih besar.

 

“Target jangka panjangnya adalah agar produksi tempe ini dapat memenuhi pasokan bahan makanan yang akan diolah menjadi makanan bagi warga binaan,” terang Wayan.

 

Langkah strategis ini juga sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya pada poin ketiga mengenai penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan untuk menghasilkan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Program pemberdayaan seperti ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk berwirausaha dan kembali menyatu dengan masyarakat setelah bebas nanti,” pungkas Wayan. (***)

Related Posts:

  • IMG-20251009-WA0128
    Terbukti HGU PT Bumisari Tidak Berada di Desa Pakel…
  • IMG-20251023-WA0053
    Teken Kerja Sama dengan Polresta dan BNNK, Lapas…
  • howrpvcvtd_whatsapp-image-2025-10-21-at-173753
    Dikenal dengan Musik Perkusinya yang Unik dan…
  • Pedoman Siber
    Pedoman Siber
  • IMG-20251109-WA0131
    Dinilai Inovatif Promosikan Daerahnya, Banyuwangi…
  • IMG-20251016-WA0122
    Dandim 0825/Banyuwangi Hadiri Festival Anak Sholeh…
  • Kode Perilaku
    Kode Perilaku
  • rochgjaqal_whatsapp-image-2025-10-31-at-183845
    Tinjau Revitalisasi Asrama Inggrisan dan Pasar…
  • Foto - IJTI Bwi Muskorda II 2
    IJTI Banyuwangi Gelar Muskorda II, 18 Anggota…
  • IMG-20251020-WA0168
    Lapas Banyuwangi Pertegas Komitmen Bersih dari…

About The Author

Admin

Redaksi

Profesionalitas Tanpa Batas

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Post navigation

Previous: Gesah Desa, Bupati Ipuk Minta BPD Turut Selaraskan Kebijakan Desa dan Pemkab
Next: Dandim 0825/Banyuwangi Hadiri Festival Anak Sholeh Banyuwangi 2025 dalam Rangka Hari Santri Nasional

Related Stories

Screenshot_2026-07-15-23-05-48-603_com.ss.android.ugc.trill-edit
  • Banyuwangi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Peristiwa
  • Polri

Kasus Pencabulan Anak oleh Oknum Guru Ngaji di Banyuwangi Berakhir Damai di Tingkat Kelurahan

Redaksi 17/07/2026 0
IMG_20260702_102445~2
  • Banyuwangi
  • Polri

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Cluring Gelar Tasyakuran Penuh Sinergi Bersama Lintas Elemen Masyarakat

Redaksi 02/07/2026 0
IMG_20260620_130653~2
  • Artikel
  • Banyuwangi
  • Opini

Ketiadaan Aturan Tata Ruang Picu Polemik Galian C di Banyuwangi, Aparat Kepolisian Jadi Korban Benturan

Redaksi 29/06/2026 0
  • Disclaimer
  • EnterNews
  • Home
  • Kemitraan
  • Kode Perilaku
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Terms & Conditions
  • Visi dan Misi
  • Disclaimer
  • EnterNews
  • Home
  • Kemitraan
  • Kode Perilaku
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Terms & Conditions
  • Visi dan Misi
Copyright © Narasi Banyuwangi 2025 | MoreNews by AF themes.

Memuat Komentar...

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.

    %d