BANYUWANGI – Semarak Kirab Budaya Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian peringatan hari jadi Desa Sarimulyo. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan desa, menyambut parade budaya yang menyuguhkan harmoni antara warisan tradisi dan semangat inovasi.
Kirab budaya tahun ini tampil lebih istimewa. Selain menampilkan tarian tradisional yang dipadukan dengan sentuhan modern, acara ini juga menghadirkan ragam busana adat serta atraksi seni tari dari para pelajar hingga kelompok masyarakat. kirab ini juga diramaikan dengan kehadiran soundsystem raksasa Brajamusti, salah satu sistem audio terbaik di wilayah Cluring. Kehadirannya tak lepas dari inisiatif tokoh muda kharismatik desa setempat, Agus Moh Rouf Mannan Yunus, yang akrab disapa Gus Roup.
Sebagai tokoh muda yang juga pengasuh SAYAB (Santri Almannansalafiyah Banyuwangi), Gus Roup ingin membawa angin segar dalam pelestarian budaya. Ia menyebut bahwa kolaborasi antara seni tradisional dan teknologi modern merupakan strategi penting untuk menjangkau generasi muda.
“Budaya harus terus tumbuh dan beradaptasi. Hadirnya sound parade bukan untuk menenggelamkan tradisi, tapi justru menjadi jembatan agar anak-anak muda tertarik dan merasa memiliki,” ujar Gus Roup.
Lebih lanjut, Gus Roup berharap kirab budaya modern seperti ini bisa menjadi ruang ekspresi lintas generasi. Menurutnya, tradisi tak harus dikemas kaku agar tetap sakral, tapi bisa dikembangkan secara kreatif tanpa kehilangan ruhnya.
“Ke depan, saya berharap parade budaya bisa semakin inovatif. Sound bisa jadi panggung edukatif, bukan sekadar hiburan. Isinya bisa kita isi dengan narasi sejarah, pesan-pesan kebaikan, dan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter generasi kita,” imbuhnya.
Kepala Desa Sarimulyo, Budi Susilo, menyampaikan apresiasinya atas peran aktif masyarakat dan kontribusi tokoh seperti Gus Roup. Menurutnya, kirab ini bukan hanya kegiatan seremonial, tapi juga refleksi semangat gotong royong dan kecintaan warga terhadap jati diri budayanya.
“Ini momentum yang membanggakan. Terima kasih kepada semua pihak, terutama Gus Roup, yang membawa semangat baru. Ini bukti bahwa ketika tradisi dan teknologi berjalan berdampingan, akan lahir energi luar biasa untuk desa kita,” ungkapnya.
Kirab Budaya Sarimulyo 2025 membuktikan bahwa tradisi bisa tetap hidup dalam era digital. Ketika seni lokal dipadukan dengan kekuatan suara dan visual modern, budaya menjadi lebih dekat dan menyenangkan bagi siapa saja.
Tak hanya menjadi kebanggaan warga, kirab ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam memadukan pelestarian budaya dengan pendekatan kekinian. (Red//NB)










