BANYUWANGI – Momen penuh haru dan kebanggaan terjadi di Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, saat ratusan anak-anak dari jenjang PAUD hingga SD turut ambil bagian dalam Kirab Budaya memperingati Hari Jadi Desa Sarimulyo yang ke-29, Minggu (27/2025).
Dengan rute kirab sepanjang hampir satu kilometer, para peserta cilik tampil memukau dalam balutan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Mengangkat tema Bhinneka Tunggal Ika, kirab ini menjadi simbol kuat bagaimana semangat persatuan dan keberagaman ditanamkan sejak usia dini.
Kepala Desa Sarimulyo, Budi Susilo, mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme anak-anak dan warga dalam memeriahkan hari jadi desa.
“Melalui kirab ini, kami ingin menanamkan nilai cinta tanah air sejak dini. Anak-anak tampil dengan percaya diri, membawa pesan kebhinekaan, dan ini sangat membanggakan,” ujar Budi.
Budi menambahkan, semangat gotong royong dan kekompakan warga juga menjadi kunci keberhasilan terselenggaranya acara ini.
“Kirab ini bukan sekedar tontonan, tapi bagian dari proses pendidikan karakter generasi penerus,” tambahnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Sarimulyo, Melly, menilai kegiatan ini sebagai momen penting untuk membangun kesadaran budaya di tengah derasnya arus globalisasi.
“Kita harus bangga. Anak-anak kecil saja sudah diajak mengenal keberagaman budaya. Ini langkah cerdas untuk menjaga jati diri bangsa, dimulai dari desa,” tutur Melly.
Puncak acara ditandai dengan doa bersama di Balai Desa, sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang Desa Sarimulyo yang kini menginjak usia ke-29. Warga pun berharap, ke depan Sarimulyo semakin maju tanpa kehilangan akar budaya yang menjadi identitasnya.
Kirab budaya tahun ini bukan hanya perayaan ulang tahun desa, tapi juga cermin bahwa masa depan bangsa bisa dimulai dari langkah kecil yang penuh makna diiringi tawa, semangat, dan derap kaki mungil yang menari di jalanan desa. (Ry//NB).










