BANYUWANGI – Laut bukan hanya tanggung jawab nelayan dan pegiat lingkungan. Hal itu dibuktikan oleh ratusan karyawan PT Bumi Suksesindo (PT BSI) yang rela basah-basahan demi menanam bibit terumbu karang di perairan Grand Watu Dodol (GWD), Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Selasa (29/7/2025) lalu.
Bersama kelompok masyarakat pesisir dan sejumlah instansi pemerintah, para karyawan tambang emas yang sehari-hari berkutat dengan aktivitas pertambangan ini menunjukkan wajah berbeda: menjadi pejuang konservasi laut.
Dari mengikat bibit karang ke rak-rak besi hingga mengangkatnya ke laut, semua dilakukan dengan semangat dan senyum. Bahkan sebelum rak-rak berisi bibit itu diturunkan ke dasar laut, peserta lain sudah lebih dulu menyusuri garis pantai memunguti sampah plastik yang terserak.
“Ini kegiatan transplantasi terumbu karang ketiga yang kami gelar di GWD. Dukungan dari Pokdarwis Pesona Bahari Bangsring sangat luar biasa. Tanpa mereka, kegiatan ini tidak akan semeriah dan setepat ini,” ujar Erik Wibisana Barnas, perwakilan PT BSI, Jumat (1/8/2025).
Tak hanya pekerja lokal, hadir pula Laila Kurniasari, Industrial Compliance Manager PT Merdeka Copper Gold Tbk, induk perusahaan PT BSI. Laila terbang langsung dari Jakarta untuk ikut menyelam dan menempatkan rak-rak karang di dasar laut.
“Ini pengalaman yang membekas. Sekaligus bentuk nyata kami tidak hanya bicara kelestarian lingkungan, tapi benar-benar terjun langsung,” kata Laila.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 25 rak berisi total 2.500 bibit karang berhasil ditanam. Setiap rak memiliki luas 1,8 meter persegi dan diisi sekitar 100 bibit karang berukuran 5–10 cm.
Selain transplantasi, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 oleh PT BSI juga diwarnai dengan serangkaian aksi internal seperti lomba foto bertema lingkungan, pemilahan sampah, hingga penerbitan memo pelarangan botol plastik sekali pakai di area kerja site Tujuh Bukit.
“Bagi kami, ini bukan formalitas. Memo itu adalah bagian dari komitmen nyata kami dalam mendukung pengurangan sampah plastik,” tegas Erik.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menilai inisiatif PT BSI sejalan dengan visi Banyuwangi sebagai daerah yang peduli ekosistem laut.
“Kegiatan ini bukan hanya menjaga alam, tapi juga mendukung keberlanjutan perikanan dan potensi wisata bawah laut kita,” katanya.
Dengan kolaborasi yang solid antara perusahaan, masyarakat pesisir, dan pemerintah, GWD tak hanya jadi tempat wisata, tapi juga pusat edukasi konservasi laut yang memberi harapan bagi generasi mendatang. (Red//NB)









