BANYUWANGI – Siapa sangka buah mengkudu yang selama ini dikenal beraroma tajam justru bisa disulap menjadi makanan yang menggugah selera. Di tangan warga Suku Osing, khususnya di Desa Tampo Krajan, Kecamatan Cluring, mengkudu diolah menjadi rujak serut khas yang menyegarkan sekaligus menyehatkan.
Mak Mus, salah satu warga Dusun Krajan yang masih memegang teguh tradisi leluhur, rutin mengonsumsi rujak serut mengkudu. Ia mengaku racikan sederhana itu bukan hanya nikmat disantap, tapi juga menyimpan banyak khasiat.
“Buah mengkudu kalau sudah tua, diserut lalu dicampur dengan bumbu rujak yang ada gula merah, cabai, dan garam serta cairan werak (air kelapa yang disimpan lama). Rasanya unik, segar, dan menyehatkan,” ujarnya. Minggu (3/8/2025).
Menurut perempuan paruh baya ini, masyarakat Osing secara turun-temurun percaya bahwa mengkudu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Mulai dari menurunkan tekanan darah, melancarkan pencernaan, hingga meningkatkan daya tahan tubuh.
“Kalau badan pegal-pegal atau mulai nggak enak, makan rujak mengkudu bisa bikin badan segar lagi. Ini resep dari orang tua zaman dulu,” imbuhnya.
Tradisi mengolah mengkudu menjadi rujak serut ini kini mulai dikenalkan kembali kepada generasi muda. Selain melestarikan budaya kuliner lokal, juga sebagai upaya memperkenalkan kekayaan alam yang tumbuh subur di pekarangan rumah.
“Di sini mengkudu tumbuh liar, banyak yang nggak tahu manfaatnya. Padahal ini obat alami,” tambah Mak Mus.
Dengan sentuhan rasa pedas-manis yang khas dan kandungan gizi yang tinggi, rujak serut mengkudu menjadi salah satu warisan kuliner sehat yang patut dilestarikan. (Ron//NB).









