Skip to content
28/07/2026
  • Disclaimer
  • EnterNews
  • Home
  • Kemitraan
  • Kode Perilaku
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Terms & Conditions
  • Visi dan Misi
cropped-cropped-cropped-cropped-IMG-20250720-WA0006-1.jpg

Info Terkini Seputar Banyuwangi dan Sekitarnya

Primary Menu
  • Disclaimer
  • EnterNews
  • Home
  • Kemitraan
  • Kode Perilaku
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Terms & Conditions
  • Visi dan Misi
Live
  • Banyuwangi

Remaja Masjid Baitul Salam Ikut Karnaval HUT RI ke 80, Warga Dibawa ke Nuansa Tahun 70 an.

Redaksi 20/08/2025 2 minutes read

Bagikan ini:

  • Tweet
  • Lagi
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Postingan
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
IMG_20250820_161127

Foto: Remas Baitul Salam Dusun Krajan Desa Sraten ikut karnaval konsep masyarakat di tahun 70 an. (Doc: Rony)

Post Views: 226

BANYUWANGI – Suasana Desa Sraten, Kecamatan Cluring, mendadak seperti kembali ke masa 70-an. Karnaval tempo dulu yang digelar di jalan desa sepanjang 3 kilometer itu menghadirkan nuansa klasik penuh kesederhanaan, namun sarat makna sejarah dan budaya.

Mengusung semangat karnaval 1979, salah satu peserta dari Remas Baitul Salam menampilkan gaya parade khas era 70-an yang identik dengan kostum sederhana, kreativitas manual, serta tema perjuangan bangsa. Tak hanya sekedar hiburan, karnaval ini menjadi panggung untuk mengenang sejarah, menumbuhkan nasionalisme, sekaligus memperkuat ikatan sosial warga.

Foto: Samsul Arifin menghentikan jalan lalu duduk bersilah dan berdoa ia mengenakan baju hitam memakai blangkon, atraksi tersebut dalam rangkaian karnaval desa Sraten. (Doc: Rony)

Ketua grup karnaval tempo dulu, Samsul Arifin, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk upaya melestarikan tradisi.

“Kami ingin nguri-nguri jaman dulu dengan kesederhanaan, tapi tetap menjaga budaya dan silaturahim. Kami ikut karnaval ini dengan konsep berdoa untuk bangsa, negara, dan para pejuang yang telah gugur membela kemerdekaan,” ujarnya.

Dalam parade tersebut, peserta berjalan sambil sesekali berhenti berdoa. Mereka membawa tempayan berisi dupa, menyebarkan aroma semerbak yang membuat warga yang menyaksikan terhanyut dalam suasana khidmat.

Karnaval melibatkan sejumlah sekolah dasar (SD dan MI) serta masyarakat Desa Sraten. Suasana meriah berpadu dengan kesan religius, membuat perayaan HUT RI ke-80 ini terasa berbeda dan menyentuh hati.

Sementara itu, di kesempatan berbeda, Ketua Pelaksana kegiatan salah satu grup karnaval sekaligus Ketua Remaja Masjid (Remas) Baitul Salam Dusun Krajan menjelaskan, karnaval ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan.

“Hari ini kita menggelar HUT RI ke-80. Semoga masyarakat Indonesia tetap bersatu dan selalu nguri-nguri tradisi serta budaya bangsa,” katanya.

Foto: Ibu ibu mengenakan baju kebaya seperti era jaman dahulu yang kental dengan makna orang Jawa, mereka beriringan dibarisan karnaval desa Sraten. (Doc: Rony)

Karnaval tempo dulu di Sraten tak hanya mengingatkan publik akan meriahnya parade klasik tahun 1970 an, tetapi juga menegaskan kembali arti kemerdekaan: perjuangan, doa, persatuan, dan semangat menjaga budaya lokal yang diwariskan. (Rony//NB)

Related Posts:

  • IMG20250727151835
    Gus Roup Hadirkan Brajamusti: Kirab Budaya Sarimulyo…
  • howrpvcvtd_whatsapp-image-2025-10-21-at-173753
    Dikenal dengan Musik Perkusinya yang Unik dan…
  • griaestwyc_whatsapp-image-2025-10-25-at-110126
    Gelar Festival Perkusi Perdana, Banyuwangi…
  • IMG_20250804_144556
    Kirab Budaya Plampangrejo Semarakkan HUT RI:…
  • IMG-20251009-WA0128
    Terbukti HGU PT Bumisari Tidak Berada di Desa Pakel…
  • IMG_20250811_115037 (1)
    Uny Saputra: VOC Sudah Tiada, Tapi Penjajahan Gaya…
  • IMG-20251024-WA0076
    Polresta Banyuwangi Gelar Jumat Berkah; Bagikan…
  • IMG-20250905-WA0279
    Endhog-Endhogan, Tradisi Turun-temurun Warga…
  • IMG_20250809_224336
    Dari TK hingga Lansia, Warga Desa Tampo Penuh…
  • dtvepjegfs_whatsapp-image-2025-10-19-at-110034
    Pesona Motif Wader Kesit di Banyuwangi Batik…

About The Author

Admin

Redaksi

Profesionalitas Tanpa Batas

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Post navigation

Previous: Uny Saputra: VOC Sudah Tiada, Tapi Penjajahan Gaya Baru Masih Hidup di Negeri Sendiri
Next: Pemkab dan DPRD Banyuwangi akan Gelar Rapat Paripurna, Tegaskan PBB Tidak Naik

Related Stories

Screenshot_2026-07-15-23-05-48-603_com.ss.android.ugc.trill-edit
  • Banyuwangi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Peristiwa
  • Polri

Kasus Pencabulan Anak oleh Oknum Guru Ngaji di Banyuwangi Berakhir Damai di Tingkat Kelurahan

Redaksi 17/07/2026 0
IMG_20260702_102445~2
  • Banyuwangi
  • Polri

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Cluring Gelar Tasyakuran Penuh Sinergi Bersama Lintas Elemen Masyarakat

Redaksi 02/07/2026 0
IMG_20260620_130653~2
  • Artikel
  • Banyuwangi
  • Opini

Ketiadaan Aturan Tata Ruang Picu Polemik Galian C di Banyuwangi, Aparat Kepolisian Jadi Korban Benturan

Redaksi 29/06/2026 0
  • Disclaimer
  • EnterNews
  • Home
  • Kemitraan
  • Kode Perilaku
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Terms & Conditions
  • Visi dan Misi
  • Disclaimer
  • EnterNews
  • Home
  • Kemitraan
  • Kode Perilaku
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Terms & Conditions
  • Visi dan Misi
Copyright © Narasi Banyuwangi 2025 | MoreNews by AF themes.

Memuat Komentar...

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.

    %d