BANYUWANGI, narasibanyuwangi.net – Suara kritis muncul dari KH. Iskandar Zulkarnain, salah satu Dai Kamtibmas Polda Jawa Timur, menanggapi gelombang protes rakyat yang berujung pada kerusuhan dan desakan reformasi Polri. Menurutnya, sorotan publik seharusnya tidak diarahkan kepada Polri, melainkan kepada anggota DPR RI yang dinilai melukai hati rakyat dengan pernyataan dan sikap yang tidak pantas.
Dalam sebuah renungan, KH. Iskandar Zulkarnain, yang akrab disapa Gus Kurnain ini menyinggung keteladanan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sosok agamawan, negarawan, budayawan, humanis, sekaligus bapak demokrasi yang dihormati dunia. “Gus Dur itu sahabat semua agama, menguasai enam bahasa, dihormati dunia. Beliau pernah berucap, kalau ada lembaga yang pantas dibubarkan ya DPR, bukan yang lain,” tegasnya.
Menurut Gus Kurnain, kemarahan rakyat akhir-akhir ini dipicu oleh tindakan oknum anggota DPR RI yang berjoget ria di tengah penderitaan rakyat serta pernyataan menghina dengan menyebut hanya orang “tolol” yang ingin membubarkan DPR. “Kalimat itu yang menyulut amarah rakyat, hingga turun ke jalan, merusak, membakar kantor pemerintah, kantor polisi, menjarah, bahkan melukai aparat yang hanya menjalankan tugas,” ujarnya.
Namun, setelah situasi mereda, yang muncul justru desakan agar Presiden melakukan reformasi di tubuh Polri. “Inilah yang membingungkan rakyat. Padahal yang memantik amarah itu DPR, tapi yang disalahkan Polri. Logika ini terbalik-balik, bahkan anak SMP yang nongkrong di warung kopi pun bingung,” tambahnya.
Gus Kurnain, mengingatkan bahwa aspirasi mendesak rakyat sebenarnya ada pada pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor, namun hal itu justru diabaikan oleh DPR. “Rakyat butuh keadilan, bukan tontonan. Mereka ingin aset koruptor dirampas untuk kepentingan bangsa. Tapi yang terjadi, DPR malah seperti taman kanak-kanak berjoget tanpa malu,” katanya.
Di akhir refleksinya, Gus Kurnain menyuarakan doa dan harapan agar bangsa ini tidak menjadi “Negeri Tanda Tanya”. “Semoga NKRI tetap kokoh. Bravo NKRI, bravo TNI-Polri. Jangan sampai institusi yang melindungi rakyat justru disalahkan, sementara yangh melukai hati rakyat dibiarkan,” pungkasnya.








