Foto: Kantor Kepala Desa Jajaq, Kecamatan Gambiran tanpa ada Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono. (Doc, Istimewa).
BANYUWANGI – Pemandangan tak biasa terlihat di ruang kerja Kepala Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. Di dinding ruangan tersebut terpajang foto resmi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, tanpa disertai foto Wakil Bupati Mujiono. Hal ini sontak memicu sorotan publik, terutama dari kalangan pegiat sosial dan pemerhati tata kelola pemerintahan.
Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pendopo Semar Nusantara, Selamet, menilai absennya foto wakil bupati dalam ruangan kepala desa tersebut terkesan janggal.
“Dalam tata kelola pemerintahan, foto bupati dan wakil bupati biasanya selalu berdampingan. Ini bukan sekadar formalitas, tapi simbol kebersamaan dan sinergi dalam memimpin daerah,” ujarnya.
Selamet menambahkan, hal-hal seperti ini perlu menjadi perhatian karena menyangkut citra kepemimpinan di mata masyarakat. “Jangan sampai publik menangkap kesan ada ketidakharmonisan, meski mungkin faktanya hanya soal kelalaian teknis,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jajag, Bambang, mengaku hal tersebut murni karena kelupaan.
“Iya, memang belum terpasang foto Wakil Bupati Mujiono. Nanti akan segera kami lengkapi,” kata Bambang singkat.
Meski terkesan sepele, kejadian ini memicu perbincangan hangat di kalangan warga setempat. Sebagian menilai tak masalah, namun ada juga yang menganggap penataan simbol pemerintahan seperti ini harus rapi dan sesuai aturan agar tidak menimbulkan tafsir yang salah. (Red//NB)










